Silabus

                                 MAGANG 2 

Silabus

Amalia Ambarita

11901089

Kelas PAI 6 H

 

Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

IAIN Pontianak

Email : amaliaambarita@gmail.com

 

A. Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/ataukelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakupstandar kompetensikompetensi dasarmateripokok/pembelajarankegiatan pembelajaranindikatorpenilaianalokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.

Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajarankegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensiuntuk penilaian (BSNP, 2006: 14).

Dalam proses pembelajaran silabus merupakan penunjukarah dari proses pembelajaran pada setiap mata pelajaran ataumata kuliahSedangkan model silabus terdiri dari materipokok/pembelajarankegiatan pembelajaranindikator dan seterusnya dapat ditetapkan oleh masing-masing satuanpendidikansejauh tidak mengurangi komponen-komponendalam silabus.

 

B. Manfaat Silabus

Manfaat silabus (Majid, 2011: 40)  yaitu :

1. Pembuatan rencana satuan pembelajaran

Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalampengembangan pembelajaranseperti pembuatan rencanapembelajaranpengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan sistem penilaian.

2. Pengelolaan kegiatan pembelajaran

Silabus juga bermanfaat sebagai pedoman untukmerencanakan pengelolaan kegiatan belajar secaraklasikalkelompok kecilatau pembelajaran secaraindividual.

3. Penyediaan sumber belajar

Silabus merupakan sumber pokok dalampenyusunan rencana pembelajaranbaik rencanapembelajaran untuk satu standar kompetensi maupunsatu kompetensi dasar

4. Pengembangan sistem penilaian

Silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkansistem penilaian, yang dalam pelaksanaan pembelajaranberbasis kompetensi sistem penilaian selalu mengacupada standar kompetensikompetensi dasar dan pembelajaran yang terdapat di dalam silabus.

 

C. Fungsi Silabus

Sebagai pedoman kerja dalam melaksanakan kegiatanpembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkanyaitu :

1. Preventif

Mencegah pengajar untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan yang telah ditentukan dalamkurikulum.

2. Kolektif

Sebagai aturan atau batasan yang harus ditaati dan sebagai pedoman dalam melaksanakan pendidikan.

3. Konstruktif

Memberikan arah secara rinci bagi pelaksanaan dan pengembangan pendidikan yang mengacu pada kurikulum.

 

D. Aspek KognitifAfektif dan Psikomotorik
1. Aspek Kognitif

Kompetensi ranah kognitif meliputi menghafalmemahamimengaplikasikanmenganalisismensintesakan, dan menilai pengalaman belajar yang relevan dengan setiap tingkatan tersebut dapat dijelaskansebagai berikut :

a. Pengalaman belajar untuk kegiatan hafalan dapatberupa berlatih menghafal verbal atau para prase di luar kepalaberlatih menemukan taktik menghafalmisalnya menggunakan jembatan ingatan{mnemonic}. Jenis materi pembelajaran yang perludi hafal dapat berupa faktakonsepprinsip, dan prosedur.
b. Pengalaman belajar untuk tingkat pemahamandilakukan dengan membandingkan (menunjukkanpersamaan dan perbedaan), mengidentifikasikarakteristikmenggeneralisasimenyimpulkan, dan sebagainya.
c. Pengalaman belajar tingkatan aplikasi dilakukandengan jalan menerapkan rumus dalil atau prinsipterhadap kasus-kasus nyata yang terjadi di lapanganPengalaman belajar tingkatan sintesis dilakukandengan memadukan berbagai unsur atau komponenmenyusun membentuk bangunanmengarangmelukis menggambar dan sebagainya.
d. Pengalaman belajar untuk mencapai kemampuandasar tingkatan penilaian dilakukan denganmemberikan penilaian (judgement) terhadap objekstudi menggunakan kriteria tertentu.

 

2. Aspek Afektif

Pada aspek afektif kompetensi yang ingin dicapaiantara lain meliputi tingkatan pemberian respon(responding), apresiasi (appreciating), penilaian(valuing), dan internalisasi (internalization). Pengalamanbelajar yang relevan dengan berbagai jenis tingkatanafektif tersebut antaralain:

a. Berlatih memberikan respon atau reaksi terhadap nilai-nilai yang di hadapkan kepadanyaberlatih menikmatiatau meneri¬ma nilainormaserta objek yang mempunyai nilai etika dan estetika.
b. Berlatih menilai di tinjau dari segi baik buruknyaadiltidak adilindah tidak indah terhadap objek studi.
c. Berlatih menerapkanmempraktekkan nilainormaetika dan estetika dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

 

Secara konkritpengalaman belajar yang perludilakukan agar siswa mencapai berbagai tingkatankompetensi afektif tersebut antara lain denganmengamati dan menirukan contoh/model/panutanmendatangai objek studi yang dapat memupukpertumbuhan nilaiberbuat atau berpartisipasi aktifsesuai dengan tuntutan nilai yang dipelajari dan sebagainya.

 

3. Aspek Psikomotorik

Berkenaan dengan ranah psikomotorikkompetensiyang di capai meliputi tingkatan gerakan awal, semi rutingerakan rutinBaru untuk mencapai kompetensitersebutpengalaman belajar yang perlu dilakukan.

a.  Pada tingkat penguasaan gerakan awalsiswa perluberlatih menggerakkan sebagian anggota badan.
b. Pada tingkatan gerakan semi rutinsiswa perluberlatihmencoba atau menirukan gerakan yang melibatkan seluruh anggota badan.
c. Pada tingkat gerakan rutin siswa perlu melakukangerakan secara menyeluruh dengan sempurna dan sampai pada tingkat otomatis.
d.  Pengalaman belajar yang umum dilakukan untukmencapai tiga tingkatan tersebut adalah berlatihdengan frekuensi tinggi dan intensif dengan drill (latihan), menirukanmensimulasikanmendemontrasikangerakan yang ingin dikuasaiMisalnya siswa mensimulasikan praktek shalatmengkapani mayatmanasik haji, dan lain sebagainya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Media Pembelajaran

Karakteristik Peserta Didik saat Pembelajaran Daring

RPP