Nama : Amalia Ambarita
NIM : 11901089
Kelas : PAI 6 H
KURIKULUM
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di blog Barita. Sangat senang karena dapatbertemu teman-teman di blog ini. Pada kesempatan di blog kali ini, saya akan membahas mengenai hal-hal yang berbaupendidikan yaitu mengenai kurikulum. Apasih kurikulum itu ? Nah, untuk mengetahui lebih banyak tentang kurikulum makasilahkan teman-teman simak penjelasan di blog ini sampaihabis ya.
A. Pengertian Kurikulum
Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunaniyaitu kata curir dan currere yang merupakan istilah bagitempat berpacu, berlari, dari sebuah perlombaan yang telahdibentuk semacam rute pacuan yang harus dilalui oleh para kompetitor sebuah perlombaan. Dengan kata lain, rutetersebut harus dipatuhi dan dilalui oleh para kompetitorsebuah perlombaan.
Jadi kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secarasistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikanpedoman dalam proses pembelajaran bagi tenagakependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuanpendidikan.
B. Teori Kurikulum
John D. McNeil (1977) menegaskan teori kurikulum harusdapat menjelaskan dan memprediksi hubungan antaraberbagai variabel kurikulum dengan tujuan, proses belajar, dan perencanaan program. Implikasinya, teori kurikulumharus dapat:
a. Menjadi acuan dalam penelitian dan pengembangankurikulum serta menjadi alat evaluasi kurikulum; b. Mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai variabel dan hubungannya dengan komponen-komponen kurikulumyang dapat divalidasi secara empiris; c. Memberikanprinsip-prinsip dan hubungan-hubungan yang dapat diujisecara empiris untuk mengembangkan kurikulum; dan d. Menjadi kegiatan intelektual yang kreatif
C. Landasan Pengembangan Kurikulum
Landasan utama dari kurikulum yaitu landasan filosofis(philosophical assumption), sedangkan landasan yang lainnyayaitu hakikat ilmu pengetahuan (epistemology), masyarakatdan kebudayaan (society and culuture), individu /peserta didik(the individual), dan teori-teori belajar (learning theory). Senada dengan pendapat Robert S. Zais, Ralph W. Tyler (dalam Ornstein dan Hunkins, 1988) mengemukakanpandangan yang erat kaitannya dengan beberapa aspek yang melandasi suatu kurikulum.
1. Landasan Filosofis. Landasan filosofis mengacu pada pentingnya filsafat dalam melaksanakan, membina, dan mengembangkan, kurikulum di sekolah.
2. Landasan Psikologis. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, sedangkan kurikulumadalah upaya menentukan program pendidikan untukmengubah perilaku manusia.
3. Landasan Sosiologis. Landasan sosiologis mengarahkankajian mengenai kurikulum yang dikaitkan denganmasyarakat, kebudayaan, dan perkembangan ilmupengetahuan.
4. Ilmu Pengetahuan dan Iptek. Iptek cukup banyakmempengaruhi seperti segala bidang kehidupan sepertipolitik, ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, keamanan, dan pendidikan.
D. Macam-Macam Model Kurikulum
Ada 4 teori pendidikan yang memiliki model konsepkurikulum dan praktek pendidikan yang berbeda, yaitu:
1. Kurikulum subyek akademis. Kurikulum ini bersumberdari pendidikan klasik, yang berorientasi pada masa lalu, isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu sesuaidengan bidang disiplinnya para ahli, masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis, logis, dan solid.
2. Kurikulum Humanistik. Kurikulum humanistikdikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikanpribadi yaitu John Dewey (progressive education) dan J.J Rousseau (romantic education). Aliran ini lebihmemberikan tempat utama kepada siswa. Merekabertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Mereka percayabahwa siswa mempunyai potensi, kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang.
3. Kurikulum Rekonstruksi Sosial. Kurikilum ini lebihmemusatkan pada problema-problema yang dihadapinyadalam masyarakat. Kurikulum ini bersumber dari aliranpendidikan interaksional.
4. Kurikulum Teknologi. Sejalan dengan perkembanganilmu pengetahuan dan teknologi, dibidang pendidikanberkembang juga teknologi pendidikan. Aliran ini adapersamaannya dengan pendidikan klasik, yaitumenekankan isi kurikulum, tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi.
Komentar
Posting Komentar